SMS : 0856 7500 286

Wednesday, 8 August 2012

Absensi Pegawai

Absensi Karyawan
Sudah menjadi sebuah acuan umum bagi setiap perusahaan dalam menentukan biaya gaji pegawai yang dikeluarkan setiap bulannya dengan menghitung dari absensi pegawai. Absensi pegawai dijadikan parameter penentu take home pay pegawai setiap bulannya. Absensi pegawai dibutuhkan untuk menghitung tunjangan harian dan  potongan.

Absensi pegawai diawali dengan menggunakan cara manual seperti absensi tempo dulu waktu masih di sekolah oleh wali kelas, nah di perusahaan ada operator atau administrator yang mengaudit setiap harinya untuk kehadiran pegawai, atau masing-masing pegawai melakukan paraf absensi setiap hari nya.
Sesuai perkembangan jamannya absensi pegawai berubah mengikuti jamannya dari menggunakan kartu check log, yang mesinnya ditempatkan di depan pos security atau di ruang locker, setiap harinya pegawai mengambil kartu absensinya masing-masing dan melakukan check log di mesin setiap harinya, yang nantinya pada setiap bulannya si auditor absensi perusahaan merekap laporan pegawai.
Kemudian absensi berkembang lagi menggunakan teknologi elektronik yang lebih canggih seperti mesin absensi yang menggunakan password atau pin, mesin kartu gesek magnetik, mesin barcode, mesin kartu rf-id proximity, dan sampai kepada teknologi absensi yang menggunakan biometric untuk dijadikan transaksi absensi setiap harinya seperti mesin absensi yang menggunakan telapak tangan, sidik jari, wajah dan bagian anggota tubuh lainnya.
Teknologi biometric yang sekarang digunakan adalah untuk mempermudah transaksi yang dilakukan setiap harinya oleh para pegawai, selain keakuratan yang berguna menghindari buddy punching (titip absen), juga murah dan effisien karena perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli lagi seperti kartu absen, kartu magnetik, cetak kartu barcode, dan kartu rfid proximity. (article by : suryarima)